Tadi
sore masih di kantor Mamtua sms "inda.. kalo pulang na singgah beli
mentega putih dengan gula halus untuk bikin krim. Ma su bikin kue untuk
Bapa" Wooowwww... Beta senyum2 sambil berpikir "Mamtua bikin kue ultah
untuk Bapatua?" Di beta pung keluarga, ini adalah kue ulang tahun
pertama yang Mamtua bikin, biasanya pi beli atau ada yang kasih pas
Bapatua ultah. Kue ulang tahun bukan suatu keharusan di beta pung rumah
kalau ada yang ulang tahun, doa dan makan bersama itu lebih penting.
Kembali ke ini kue ultah bikinan Mamtua, biar sederhana dan dengan
hiasan seadanya (kerjasama dengan beta ju ooo... ) tapi karena Mamtua
bikin dengan cinta untuk dia pung kekasih hati bikin semuanya terasa
indah. Bapatua yang tadi ada mengeluh sakit kepala karena tensi naik
bisa ketawa lebar, melupakan Bapatua pung sakit kepala dan ikut
berbahagia sambil ciom katong satu2.
 |
Inilah penampakan kue ulang tahun hasil karya Mamtua |
 |
Sederhana, jauh dari sempurna tapi yang penting cintanya |
Selamat ulang tahun ke-65 Bapa sayang..
Ma, Inda, mas Nanda, Ayank dan Bonny bersyukur kepada Tuhan atas segala
anugerah yang Bapa terima selama tahun2 yang silam. Kami bersyukur
karena segala simpati, persahabatan dan kasih sayang yang Bapa rasakan
dari istri, anak2, sanak saudara dan handai taulan. Kami mohon agar
hari-hari yang akan Bapa lalui ini membawa bahagia: semoga Bapa dapat
bekerja lancar, dan usahanya semakin berkembang. Tetapi lebih dari itu
semua, semoga Bapa tak pernah terpisah dari Tuhan Yesus, apa pun juga
yang akan terjadi, sebab Tuhanlah tumpuan hidup Bapa; semoga Tuhan Yesus
selalu menyertai Bapa hari ini, besok, dan sepanjang hayat. (Amin.)
 |
Ciom idong, tanda sayang |
Comments
Post a Comment