Skip to main content

Posts

Showing posts with the label kata hati

Bapa pung kue ultah ke-65

Tadi sore masih di kantor Mamtua sms "inda.. kalo pulang na singgah beli mentega putih dengan gula halus untuk bikin krim. Ma su bikin kue untuk Bapa" Wooowwww... Beta senyum2 sambil berpikir "Mamtua bikin kue ultah untuk Bapatua?" Di beta pung keluarga, ini adalah kue ulang tahun pertama yang Mamtua bikin, biasanya pi beli atau ada yang kasih pas Bapatua ultah. Kue ulang tahun bukan suatu keharusan di beta pung rumah kalau ada yang ulang tahun, doa dan makan bersama itu lebih penting. Kembali ke ini kue ultah bikinan Mamtua, biar sederhana dan dengan hiasan seadanya (kerjasama dengan beta ju ooo... ) tapi karena Mamtua bikin dengan cinta untuk dia pung kekasih hati bikin semuanya terasa indah. Bapatua yang tadi ada mengeluh sakit kepala karena tensi naik bisa ketawa lebar, melupakan Bapatua pung sakit kepala dan ikut berbahagia sambil ciom katong satu2. Inilah penampakan kue ulang tahun hasil karya Mamtua Sederhana, jauh dari sempurna tap...

Pancasila Tetap Sakti..!!

Kembali lagi kita memperingati hari Kesaktian Pancasila di 1 Oktober 2013 ini. Tumben sekali saya membahas tentang hal-hal seperti ini di blog saya. Bukan karena nasionalis atau apa, tapi karena saya sedang marah, marah kepada organisasi masyarakat garis keras yang jelas-jelas menentang Pancasila mulai menunjukan taringnya di kota tempat saya tinggal, Kupang. Pemasangan spanduk di tempat-tempat umum menentang salah satu ajang pemilihan putri sejagad yang sudah selesai perhelatannya di pulau Dewata, menunjukan mereka semakin mengeksiskan diri di kota saya ini. Ketika terdengar kabar beberapa teman pemuda menemukan lalu menurunkan dan membakar spanduk-spanduk tersebut ada kelegaan dihati saya, tapi kemudian muncul rasa was-was dengan keberadaan ormas ini di kota saya. Akankah Kupang akan tetap terkenal dengan KOTA KASIH? Akankah kerukunan hidup umat beragama akan tetap terjalin dari jaman nenek moyang kita dulu? Rasa was-was itu kemudian terjawab di hari ini, saya yakin PANCASILA itu...

Kenapa Be Pung Tengki Sonde Ponu?

Hari ini pertama kali saya mengisi bensin setelah ada kenaikan harga BBM tanggal 22 Juni 2013 yang lalu. Motic (nama motor saya) sudah meraung-raung kehausan, karena stok bensin di tangkinya sudah tinggal sedikit. Saya orang yang komit untuk mengisi penuh tangki bensin si Motic 1 x seminggu, karena mobilisasi saya kebanyakan hanya kantor dan rumah. Jaraknya tidak begitu jauh sehingga saya rasa cukuplah jika hanya seminggu sekali mengisi bensin, dan memang selama ini cukup untuk seminggu. Jika biasanya saya mengisi Rp. 15.000,- pasti si Motic akan memuntahkan sedikit bensin yang masuk karena perutnya sudah sangat penuh, tapi hari ini ketika saya mengisi dengan menyebutkan Rp. 15.000,- ke petugas di Pom Bensin langganan saya. Motic tidak memuntahkan lagi bensinnya, tapi malah bersedih seakan-akan bicara " kenapa be pung tengki sonde ponu? " Saya hanya tersenyum ketika melihat tangkinya Motic tidak full ketika saya isi Rp. 15.000,- kali ini cuma 2/3 nya saja yang terisi. BBM...

Beta bukan Sosialita

"Beta bukan sosialita..!!" Teriakan dalam hati ketika ada seorang teman menyebutkan saya seorang sosialita, ketika saya harus meninggalkan mereka acara lamaran seorang teman SMA untuk bisa hadir lebih cepat di acara #KupangBagarak untuk #Rokatenda part 1 di Alpi Cafe.