Mengapa Wanita Trauma Untuk Menikah ?

Latar belakang wanita takut atau trauma untuk menikah adalah karena belakangan ini banyak terjadi perceraian dan itu yang membuat wanita takut dan trauma untuk berkomitmen dalam menikah.

Yang ditakutkan jika pria suatu saat akan menjadi bosan dengan pasangannya dan itu cenderung terjadi karena salah satu sifat pria adalah cenderung gampang sekali untuk bosan. Seperti contoh pada pria cenderung pada masa pendekatan dengan wanita seringkali bersemangat untuk mendapatkan perhatian wanita, tetapi ketika sudah mendapatkannya dan menikah cenderung pria bosan terhadap pasangannya, bahkan seringkali perhatian terhadap pasangannya menjadi berkurang. Sebab itu, penting sekali jika wanita selalu memperhatikan penampilan, kebersihan, kebugaran, kecantikan dan senantiasa wangi dan segar. Sekalipun sudah menikah dan sudah memiliki anak.

Karena pada dasarnya pria sangat memperhatikan penampilan wanita. Bahkan sebelum dan sesudah menikah adakan satu perubahan sehingga pria melihat perubahan-perubahan kearah kebaikan. Contoh, sebelum menikah mungkin kurang memperhatikan penampilan, setelah menikah maka wanita benar-benar memperhatikan penampilannya, sekalipun mesti memasak, mencuci, merapikan rumah, merawat anak dan banyak lagi aktifitas lain.

Seringkali wanita cuek dengan penampilan tubuh mereka, wanita berpikir bahwa suami mereka tidak mempermasahkannya. Padahal itu salah, karena pria mana yang tidak senang melihat istri cantik, bersih, segar, sehat, wangi dan berperilaku baik.

Bertambahnya usia wanita terlihat sekali perubahannya dan biasanya wanita cenderung cepat menua. Untuk itu wanita harus memiliki waktu dalam perawatan, sebab cantik itu tidak harus selalu mahal. Mulailah dengan rajin mandi, scrub seminggu 2 kali, menggosok gigi, mencuci rambut, memakai deodoran, memakai body lotion agar kulit tidak mudah kering dan keriput. Juga memperhatikan pola makan sehingga badan tidak mudah melar dan memakai baju bersih dan menarik. Yang seringkali kita lalaikan adalah kurangnya minum air putih yang cukup, sehingga wajah tidak terlihat segar.

Hal-hal lain yang membuat wanita trauma adalah seringkali pria melakukan kekerasan baik sengaja atau tidak sengaja. Sehubungan pria seringkali menjadi tulang punggung dalam mencari nafkah dan memiliki tingkat stress atau tekanan. Baik dalam keluarga dan lingkungan, pekerjaan juga, lingkungan sosial, belum ditambah pria memiliki tanggung jawab penuh dalam segala hal. Hal-hal tersebut yang membuat emosi tidak menjadi terkontrol dan seringkali dilampiaskan terhadap istri, baik sengaja atau tidak sengaja.

Belum wanita juga sering trauma dalam hal pelecehan sexual baik sebelum menikah atau sesudah menikah. Hal tersebut sangat terekam dalam memori wanita dan sulit dilupakan, sehingga wanita sering menutup diri dan mengalami perpanjangan dalam trauma.

Tapi pada dasarnya wanita mudah sekali untuk trauma dan trauma itu membuat wanita cenderung tidak akan melakukannya dan mengalaminya kembali. Tetapi wanita juga memiliki memori dan emosional yang terpendam yang tidak kelihatan, tetapi hal-hal tersebut akan mempengaruhi tingkat emosional dan keputusan yang akan diambil oleh wanita.
Karena itu janganlah trauma, tetapi pengalaman yang terjadi buat kita para wanita menjadi pelajaran berharga. Sehingga apa yang buruk tidak terjadi kembali, dan itu menjadi evaluasi yang berharga.

(Dr. Lamrenta Simanjuntak) vibizlife.com


MENJADI BAHAGIA ADALAH PILIHAN SETIAP ORANG

0 komentar:

Posting Komentar

My Instagram